E - Conference Universitas Merdeka Malang, Seminar Nasional Kepariwisataan (SENORITA) #2 2021

Font Size: 
Identifikasi dan Filosofi Hidangan Tradisi Tumpeng Sewu Suku Osing di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi
Titi Mutiara Kiranawati

Last modified: 2021-10-19

Abstract


Suku Osing merupakan suku asli Banyuwangi. Desa Kemiren menjadi Desa Adat Osing dikarenakan mayoritas sukunya adalah Suku Osing. Masyarakat desa Kemiren memiliki sikap teguh dalam menjaga dan melestarikan tradisinya, khususnya pada hidangan tradisional berupa Tumpeng Pecel Pithik dengan lauk khas Suku Osing adalah Pecel Pithik. Hidangan tidak terlepas dari makna dan filosofi. Hidangan pada Tumpeng Sewu memiliki ciri khas yang perlu diperhatikan dan berpotensi tinggi yang dipilih sebagai pariwisata kuliner yang dapat memberikan peluang usaha untuk warganya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hidangan, bahan, alat, teknik pengolahan serta filosofi hidangannya.

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini meliputi sumber primer yakni, observasi dan wawancara langsung dengan informan yakni ketua adat dan masyarakat desa kemiren, dan sumber sekunder yaitu dokumen, buku, penelitian terdahulu. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan cara, pengumpulan, reduksi, penyajian,  verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Keabsahann data diuji dengan membercheck dan Focus Group Discussion (FGD) dengan Masyarakat dan Ketua Adat Desa Kemiren yang menjadi narasumber.

Hasil penelitian hidangan tradisi tumpeng sewu di Desa Kemiren  diklasifikasikan sebagai (1) makanan pokok (2) lauk pauk (3) sayuran (4) sedap-sedapan (5) sambal dan (6) minuman. Hidangan Pecel Pithik merupakan hidangan lauk yang selalu ada karena merupakan hidangan khas Suku Osing. Hidangan Tumpeng Sewu disajikan sebagai wujud rasa syukur desa dan tradisi bersih desa agar dijauhkan dari marabahaya. Teknik pengolahan yang digunakan : dikaru, dibakar, direbus, dikukus, digoreng. Filosofi yang didapatkan pada hidangan ini yakni, bentuk, warna, makna dan penyajian. Hasil dari penelitian ini adalah hidangan dari tradisi Tumpeng Sewu, yakni Tumpeng Pecel Pithik menggunakan bahan, teknik pengolahan, dan memiliki tampilan tumpeng secara umum, yang membedakan dari tumpeng lainnya adalah lauknya, Pecel Pithik yang memiliki tampilan suwiran ayam dengan urapan bumbu pecel osing dan memiliki khas pada rasanya.

 


Keywords


hidangan, tradisi, tumpeng sewu, suku osing

Full Text: PDF 43-53