E - Conference Universitas Merdeka Malang, Seminar Nasional Teknologi Fakultas Teknik 2021

Font Size: 
Prioritas Alternatif Peningkatan Keselamatan Pengendara Sepeda di Kota Surabaya
Nika Devi Permata Wijaya

Last modified: 2023-04-10

Abstract


Permasalahan transportasi yang semakin kompleks sering dirasakan oleh kota besar seperti Surabaya. Bukan hanya masalah kemacetan yang  semakin parah, polusi  udara  dan polusi suara  yang  semakin  terasa, juga di tambah dengan jumlah kecelakaan yang semakin meningkat. Sehingga untuk mereduksi permasalahan yang terjadi khususnya menekan angka kecelakaan di jalan raya perlu adanya sebuah solusi dengan menerapkan transportasi berkelanjutan berwawasan lingkungan dengan pembatasan kendaraan bermotor dan mendorong moda transportasi yang lebih efektif, sehat dan ramah lingkungan seperti sepeda. Namun karakteristik fisik sepeda yang berbeda dengan karakteristik kendaraan yang lain membutuhkan tingkat keamanan yang lebih. Untuk itu diperlukan suatu alternatif penyusunan prioritas penanganan keselamatan pengendara sepeda di Kota Surabaya, yang diharapkan mampu meningkatkan keamanan dan keselamatan bagi penggunanya. Pengumpulan data terdiri atas pengumpulan data primer berupa wawancara dan pembagian kuisioner kepada responden yang dianggap mampu dan ahli dalam bidangnya. Adapun jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 10 orang yang berasal dari Departemen Perhubungan Kota Surabaya, Ditjen. Bina Marga Departemen PU, Kepolisian, serta Departemen Pendidikan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytic Hierarchy Process (AHP) yang digunakan untuk mengetahui prioritas penanganan keselamatan pengendara sepeda di Kota Surabaya berdasarkan penilaian yang diberikan oleh para pemangku kebijakan sebagai para respondennya. Dari hasil analisa Analytic Hierarchy Process (AHP) diketahui urutan prioritas penanganan keselamatan pengendara sepeda berdasarkan 5 kriteria yang terdiri dari aspek sosial-ekonomi, aspek pergerakan, aspek perilaku, aspek kecelakaan, serta aspek geometrik dan lalu lintas, responden menganggap bahwa pemilihan alternatif penegakan hukum sebagai prioritas utama penangangan keselamatan pengendara sepeda di Kota Surabayadengan persentase sebesar 24%, disusul penanganan kecelakaan 17%, kawasan tertib lalu lintas dan kampanye keselamatan jalan 13%, pembatasan kecepatan 12%, penyediaan lajur sepeda 11%, kepatuhan dan standart keselamatan bersepeda10%.

Full Text: PDF (213-218)